Teknik Dan Cara Bisnis Jamur Tiram Dengan Membudidayakannya Sendiri

Dewasa ini prospek usaha yang paling menjanjikan yakni dengan cara bisnis jamur tiram. Salah satu cara bisnis jamur tiram yakni dengan membudidayakannya sendiri. Hal ini dikarenakan permintaan pasar selalu mengalami peningkatan setiap harinya, dan berbanding terbalik dengan pelaku budidayanya yang masih sedikit.

Jamur tiram memiliki nama latin yakni Pleurotus ostreatus dan masih termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Sedangkan nama tiram disematkan kepadanya sebab bentuk tajuknya seperti kulit tiram. Biasanya tanaman tersebut akan tumbuh subur di daerah pegunungan atau tempat-tempat sejuk.

Di bawah ini akan kami jelaskan bagaimana cara bisnis jamur tiram dengan membudidayakannya. Adapun teknik-tekniknya sebagaimana berikut ini:

  • Mengetahui terlebih dahulu apa saja jenis jamur tiram yang bisa dibudidayakan

Mengenal apa saja jenis-jenisnya merupakan teknik pertama dari cara bisnis jamur tiram ini. Berikut ada beberapa macam jamur tiram yang dapat dibudidayakan yakni pleurotus ostreatus, pleurotus floridae, pleurotus citrinopileatus, pleurotus cystidious, pleurotus djamor, pleurotus eryngii, pleurotus pulmonarius, pleurotus euosmus, pleurotus flabellatus, pleurotus sajor-caju.

  • Mempersiapkan lumbung atau rumah baglog

cara bisnis jamurCara bisnis jamur tiram yang kedua terkait teknik budidayanya ialah mempersiapkan kumblung atau rumah baglog terlebih dahulu sebelum membeli bibitnya. Sedangkan di dalam lumbung berisi rak-rak bertingkat untuk meletakkan baglog dan menumbuhkan jamur. Para pelaku budidaya jamur ini sering membuat lumbung berbahan dasar bambu atau kayu, dindingnya terbuat dari gedek atau papan, bagian atasnya beratap genteng atau sirap, dan bagian alasnya masih berupa tanah (tidak diplester) supaya kelembapan udaranya tetap terjaga. Sebelum menaruh baglog ke lumbung, sebaiknya bersihkan tempat itu terlebih dahulu, lakukan pengapuran dan semprot dengan fungisida lalu diamkan selama 2 hari, setelah baunya hilang barulah masukkan baglog ke lumbung.

  • Menyiapkan baglog

Teknik budidaya tentang cara bisnis jamur tiram selanjutnya ialah dengan menyiapkan baglog. Baglog merupaka sebutan dari media tanam guna meletakkan bibit jamur tiram. Bahan untuk membuat baglog adalah serbuk kayu sebanyak 80%, bekatul sebanyak 10-15%, kapur CaCo3 sebanyak 3%, dan air kurang lebih sebanyak 40-60%. Campurkan semua bahan tadi lalu tambahkan air sekitar 60%, aduk hingga semua tercampur rata. Agar dapat mengetahui baglog tersebut telah tercampur rata atau belum, Anda bisa mengujinya dengan memegangnya. Saat Anda pegang tidak keluar air dan bila dilepaskan tidak pecah, artinya baglog tersebut siap untuk digunakan. Bungkus baglog menggunakan plastik jenis polipropilen, padatkan hingga membentuk seperti botol, dan di bagian atas berilah ring, disumbat dengan kapas, kemudian dipasang penutup.

  • Merawat baglog

Langkah awal merawat baglog yakni dengan cara membuka cincin dan penutup baglog, lalu masukkan 3 sendok bibit jamur tiram yang sebelumnya setiap gerakan sendok dipanaskan terlebih dahulu menggunakan lampu spirtus. Diamkan selama 5 hari, jangan lupa untuk melakukan penyiraman setiap hari. Langkah kedua ialah memotong ujung baglog guna memberikan ruang guna pertumbuhannya, diamkan selama 3 hari tanpa disiram dan hanya latainya saja yang disiram. Berikutnya yakni melakukan penyiraman menggunakan sprayer agar membentuk kabut bukan tetesan. Jagalah suhunya dikisaran 16-24oC melalui penyiramansebanyak 2-3 kali sehari.

  • Memanen jamur tiram

Jika baglog yang digunakan permukaannya ditutup secara sempurna mengenakan miselium, dalam jangka waktu 1-2 minggu sejak pembukaan tutup botol baglog, jamur tiram pun sudah bisa dipanen. Jamur tiram yang dipanen biasanya telah membesar dan mekar.

Berdasarkan uraian di atas, sekarang kita tahu apa saja teknik dan cara bisnis jamur tiram dengan membudidayakannya sendiri. Jika Anda mau, Anda bisa memanfaatkan peluang usaha tersebut serta melakukan budidaya jamur tiram di rumah.